Tips Memanfaatkan Blog Ini

  1. Perhatikan tanggal penulisan dan tanggal update artikel. Semakin baru tanggal-tanggal ini, semakin valid informasi yang tercantum.
  2. Harap membaca komentar-komentar terkait sebelum bertanya; bisa jadi hal yang ingin Anda tanyakan sudah terjawab.
  3. Pertanyaan dapat disampaikan lewat bagian komentar atau lewat akun Twitter @asyafrudin.
Tampilkan postingan dengan label Windows XP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Windows XP. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Mei 2011

Blokir Virus USB Flash Disk

Modus operandi virus yang menyebar lewat USB Flash Disk pada umumnya memanfaatkan fitur Autorun yang tersedia di Windows. Fitur Autorun ini memudahkan pengguna karena setiap removable media seperti USB Flash Disk dicolokan di PC, Windows akan otomatis mengeksekusi aplikasi yang ada di dalam removable media itu.

Salah satu cara efektif untuk menangkal virus yang disebarkan lewat USB Flash Disk adalah dengan mematikan fitur Autorun itu. Hal ini dapat dilakukan langsung lewat konfigurasi pada Windows yang kita gunakan. Dalam tulisan ini saya ingin berbagi salah satu aplikasi yang dapat memudahkan pengaturan ini, yaitu NoAutorun.

Aplikasi NoAutorun ini adalah aplikasi open source. Aplikasi ini dapat diunduh secara gratis dari http://sourceforge.net/projects/noautorun/. Aplikasi ini tidak memerlukan instalasi. Jadi dari package yang berhasil diunduh, cukup jalankan file NoAutorun.exe.

Tampilan Awal NoAutorun
Setelah dijalankan pertama kali, aplikasi ini akan otomatis berjalan setiap kali PC dinyalakan. Setiap kali kita menyolokan USB Flash Disk ke PC kita, fitur Autorun dari Windows kita tidak akan lagi aktif. Untuk mengakses isi USB Flash Disk, kita perlu membukanya lewat Windows Explorer secara manual.

Tampilan Config NoAutorun
Aplikasi NoAutorun ini akan melengkapi aplikasi AntiVirus yang ada di PC kita. Dengan begitu, kemungkinan PC kita terkena virus lewat USB Flash Disk dapat ditekan lebih jauh lagi. Pertahanan PC kita terhadap virus yang disebarkan lewat USB Flash Disk menjadi lebih baik.

Ada satu "kelemahan" dalam aplikasi ini. Dengan NoAutorun, semua removable media tidak akan lagi berjalan secara otomatis. Hal ini mungkin menyulitkan pengguna dalam kasus-kasus tertentu. Misalnya kita memiliki aplikasi yang tersimpan di CDROM. Kita ingin setiap kali kita memasukan CDROM ini, aplikasi di dalamnya langsung berjalan. Tapi dengan adanya NoAutorun, aplikasi di dalam CDROM ini pun tidak akan berjalan secara otomatis.

Masalah ini dapat diatasi dengan mudah. Lewat tampilan Config (diakses lewat menu Config) kita dapat mengaktifkan pilihan Keep CDROM autorun. Dengan mengaktifkan pilihan ini, aplikasi di dalam CDROM akan tetap otomatis dijalankan oleh Windows sambil tetap mematikan fitur Autorun untuk USB Flash Disk.

Semoga bermanfaat!

--
Amir Syafrudin

Selasa, 25 Januari 2011

Menghapus Aplikasi Memory Bar Dari USB Flash Disk

Beberapa waktu yang lalu saya sempat menghadiri seminar dan mendapatkan suvenir berupa sebuah USB flash disk berukuran 2 GB. Tidak ada yang spesial dari flash disk tersebut kecuali di dalamnya sudah terisi materi-materi seminar yang diproteksi menggunakan aplikasi bernama Memory Bar.

Fungsi proteksi data Memory Bar cukup baik. Pada prinsipnya Memory Bar membagi space di Flash Disk menjadi bagian yang dapat diakses lewat Windows Explorer (bagian publik) dan bagian yang dapat diakses setelah memasukan password lewat aplikasi tersebut j(bagian privat). Akan tetapi, saya sendiri tidak merasa membutuhkan Memory Bar dan memilih untuk menghapusnya dari USB saya.

Untuk menghapus Memory Bar dengan sempurna, kita dapat mengikuti langkah-langkah di bawah ini. Sebelumnya perlu diperhatikan bahwa langkah-langkah berikut dapat menyebabkan hilangnya data dalam USB. Sebaiknya lakukan back up data terlebih dahulu sebelum menghapus Memory Bar.

Langkah-langkah untuk menghapus aplikasi Memory Bar dari USB:
  1. Setelah USB kita colok ke komputer, buka aplikasi Memory Bar (memorybar.exe).
  2. Klik tab Partition dan arahkan pointer pada bagian Security Disk Size ke "Min".
  3. Klik tombol Partition dan masukan password Memory Bar kita. Klik tombol Login.
  4. Pada jendela peringatan yang muncul, klik tombol Partition. Dengan langkah ini, bagian privat USB flash disk kita akan diformat.
Setelah mengikuti langkah-langkah di atas, bagian privat dari USB flash disk kita akan hilang. USB flash disk kita dapat kembali digunakan sebagaimana layaknya USB flash disk pada umumnya tanpa perlu lagi menggunakan password.

Semoga bermanfaat!

Referensi:
--
Amir Syafrudin

Jumat, 10 Desember 2010

Menggunakan Proxy dan Wireless Modem Bersamaan

Penggunaan proxy atau wireless modem untuk mengakses Internet dalam satu komputer kadang diperlukan. Umumnya proxy, walaupun koneksinya relatif stabil dan cepat, dijejali dengan aturan-aturan tertentu yang membatasi akses kita ke Internet. Sementara wireless modem, walaupun bebas terbatas, seringkali koneksinya melambat atau terputus.

Untuk dapat menggunakan proxy dan wireless modem dalam satu komputer itu relatif mudah. Yang perlu kita lakukan adalah menambahkan route baru ke dalam komputer dan membedakan antara browser yang menggunakan proxy dengan browser yang menggunakan wireless modem untuk terhubung ke Internet.

Saat kita mengaktifkan wireless modem, prioritas jaringan lokal (LAN) dalam komputer kita turun ke posisi kedua. Itu artinya komputer kita akan mendahulukan wireless modem untuk terhubung ke Internet. Jangankan untuk terhubung ke Internet, untuk terhubung ke jaringan lokal pun komputer kita akan menggunakan wireless modem. Dalam kondisi ini, komputer kita tidak dapat terhubung ke proxy. Alasan kita perlu menambahkan route itu adalah untuk mengatasi masalah ini.

Langkah untuk menambahkan route pada Windows XP adalah sebagai berikut:
  1. Buka Command Prompt.
    Buka Start Menu -> Run. Ketik cmd dan tekan Enter.
  2. Masukan perintah berikut pada Command Prompt: route add [ip_address_range_lokal] mask [subnet_mask] [gateway_jaringan_lokal]. Tekan Enter.
  3. Selesai.
Perintahnya memang sedikit rumit di langkah ke-2. Saya akan coba paparkan di sini. Saya asumsikan IP komputer kita adalah 10.254.56.100, konfigurasi gateway di LAN kita adalah 10.254.56.1, dan proxy kita adalah 10.254.33.100. Untuk kondisi tersebut, perintah route kita adalah route add 10.254.0.0 mask 255.255.0.0 10.254.56.1. Dengan begitu kita memerintahkan kepada komputer kita supaya setiap kali berusaha terhubung ke komputer dengan IP address 10.254.... itu harus melewati 10.254.56.1 dan bukan lewat wireless modem.

Untuk pilihan browsernya sendiri saya memilih Opera, Firefox, Chrome, dan Internet Explorer. Dalam kondisi terhubung ke proxy dan wireless modem itu hanya Opera dan Firefox yang mau menggunakan proxy. Sementara Chrome dan Internet Explorer akan otomatis menggunakan wireless modem saat terhubung ke Internet.

Perlu diperhatikan bahwa Chrome menggunakan konfigurasi koneksi yang sama dengan Internet Explorer, yaitu dari Internet Options di Windows. Sementara Opera dan Firefox menggunakan konfigurasi koneksi yang terpisah dari Internet Options. Ini alasannya kenapa Chrome tidak dapat menggunakan proxy sebagaimana Opera dan Firefox.

Jadi matikan pilihan proxy pada Internet Options kita sehingga Chrome dan Internet Explorer dapat terhubung ke Internet lewat wireless modem. Selanjutnya aktifkan pilihan proxy di Firefox atau Opera agar browser tersebut dapat terhubung ke Internet lewat proxy.

Dengan begitu kita dapat berselancar tanpa batas di Internet menggunakan wireless modem. Sementara saat kita membutuhkan koneksi yang kuat (misalnya untuk mengunduh file ratusan MB) kita dapat menggunakan proxy sehingga tidak menghabiskan kuota wireless modem kita.

Semoga bermanfaat!

Catatan:
Percobaan yang relevan dilakukan pada Windows XP dengan menggunakan wireless modem salah satu operator GSM di Jakarta. Versi browser yang digunakan adalah Opera 9, Firefox 3.6, Chrome 4, dan Internet Explorer 7.

--
Amir Syafrudin

Rabu, 23 Juni 2010

Cara Mudah Menggabungkan File TXT

Menggabungkan sekumpulan file TXT untuk menjadi 1 file TXT saja dapat kita lakukan dengan menggunakan perintah copy melalui Command Prompt. Caranya adalah sebagai berikut:
  1. Buka Command Prompt.
    Klik tombol Windows Start, klik Run, kemudian ketik cmd dan tekan Enter.
  2. Masuk ke dalam folder yang berisi kumpulan file TXT yang ingin digabung.
    Gunakan perintah cd untuk merubah path di Command Prompt.
  3. Ketik copy *.txt kompilasi.txt dan tekan Enter.
    Perintah di atas akan menghasilkan file kompilasi.txt yang merupakan gabungan semua file TXT.
Hanya tiga langkah tersebut yang perlu dilakukan untuk menggabungkan isi sekumpulan file TXT ke dalam 1 file TXT. Perlu diperhatikan bahwa cara ini dapat digunakan untuk jenis file teks yang lain, misalnya file CSV.

Semoga bermanfaat!

Referensi:
--
Amir Syafrudin

Rabu, 24 Maret 2010

Multiple Folder Zip dengan 7-Zip

Kadang kita berada dalam situasi yang mengharuskan kita untuk zip banyak folder sekaligus. Hal ini dapat dilakukan menggunakan aplikasi 7-Zip, yaitu dengan mengatur penggunaan aplikasi ini lewat batch file. Batch file adalah file dengan ekstensi .BAT yang dapat digunakan dalam Windows untuk menjalankan sekumpulan perintah atau aplikasi lain. Di sini kita akan membuat batch file yang akan menjalankan 7-Zip untuk zip folder-folder yang kita kehendaki secara otomatis.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:
  1. Buka aplikasi Notepad, kemudian Save file kosong tersebut. Pada jendela Save As, pilih folder tempat penyimpanan, beri nama file dengan ekstensi .BAT (kita gunakan "batch7zip.bat"), dan pilih "All Files" untuk pilihan Save as type. Klik tombol Save. Perhatikan Gambar 1 di bagian akhir tulisan ini.
  2. Copy dan paste kode di bawah ini ke dalam file batch7zip.bat itu, kemudian Save kembali file itu. Perhatikan Gambar 2 di bagian akhir tulisan ini. Kode yang dimaksud adalah dua baris berikut:
    echo off
    for /f "delims=" %%A in ('dir /b /ad') do 7z a -tzip "%%A.zip" "%%A\*" -r
  3. Setelah Anda Save, batch file ini sudah siap dipakai. Namun sebelumnya, kita perlu tambahkan folder instalasi 7-Zip ke dalam PATH Windows. Folder default untuk instalasi 7-Zip adalah "C:\Program Files\7-Zip". Kalau kita tidak ingin menambahkan folder instalasi ini ke dalam PATH Windows, maka kata "7z" di atas harus diubah menjadi "C:\Program Files\7-Zip\7z" (dengan tanda kutip). Perhatikan Gambar 3 di bagian akhir tulisan ini. Kode yang digunakan akan berubah menjadi:
    echo off
    for /f "delims=" %%A in ('dir /b /ad') do "C:\Program Files\7-Zip\7z" a -tzip "%%A.zip" "%%A\*" -r
  4. Batch file akhirnya dapat digunakan untuk zip banyak folder dengan sekali jalan. Contoh penggunaannya dapat Anda lihat pada Gambar 4 dan Gambar 5. Gambar 4 berisi folder-folder yang akan di-zip. Kita copy batch file yang kita buat ke lokasi yang sama. Klik dua kali batch file tersebut dan setiap folder yang ada di situ akan di-zip oleh 7-Zip.
Gambar 1
Gambar 2
Gambar 3
Gambar 4
Gambar 5

Semoga bermanfaat!

--
Amir Syafrudin

Jumat, 10 Juli 2009

Update Symantec Antivirus Client Tanpa Liveupdate

PEMBERITAHUAN
Saya (Penulis) sudah tidak lagi menggunakan Symantec Antivirus sehingga tidak memungkinkan bagi saya untuk menjawab pertanyaan yang diajukan pembaca dengan baik. Dengan demikian, terhitung mulai tanggal 21 September 2012, bagian komentar blog post ini saya tutup. Harap maklum.

Tulisan Awal
Cara paling nyaman untuk update Symantec Antivirus Client adalah dengan LiveUpdate. Sayangnya LiveUpdate mengharuskan kita terhubung ke Symantec Antivirus Server atau lokasi lain yang memiliki fungsi sejenis. Kondisi ini tentu menyulitkan pengguna Symantec Antivirus apabila server tersebut tidak tersedia, misalnya karena komputer pengguna tersebut tidak terhubung ke jaringan.

Tanpa LiveUpdate berarti update Symantec Antivirus Client harus dilakukan secara manual. Salah satu cara manual ini adalah dengan menggunakan file .XDB. File ini dapat diunduh dari http://www.symantec.com/business/security_response/definitions/download/detail.jsp?gid=savce.

Pada halaman web tersebut, cari bagian Manager Installations on Windows Platforms (32-bit). Setelah itu cari sub-bagian Symantec Antivirus Server installations on Windows platforms (32-bit). Di sini kita akan menemukan link ke sebuah file .XDB yang dapat kita unduh. Jangan bingung dengan kata-kata "Server" di bagian ini karena file .XDB ini juga dapat digunakan untuk update Symantec Antivirus Client.


Setelah selesai mengunduh file .XDB tersebut, kita cukup copy file tersebut ke folder yang tepat sesuai dengan jenis Windows yang kita gunakan. Untuk pengguna Windows 2003/XP/2000, copy file tersebut ke folder C:\Documents and Settings\All Users\Application Data\Symantec\Symantec AntiVirus Corporate Edition\7.5\ ke dalam komputer terkait.

Cukup itu saja langkah yang perlu dilakukan untuk melakukan update Symantec Antivirus Client dengan file .XDB. Symantec Antivirus Client dilengkapi dengan sebuah aplikasi kecil yang akan memeriksa keberadaan file .XDB baru pada folder yang disebutkan di atas. Selanjutnya program itu yang akan mengolah file .XDB untuk update Symantec Antivirus Client yang sedang berjalan.

Semoga bermanfaat!

Referensi:
--
Amir Syafrudin

Versi PDF tulisan ini: http://www.4shared.com/file/117327559/a9701d3e/UpdateSymantecAntivirusClientTanpaLiveupdate.html