Tips Memanfaatkan Blog Ini

  1. Perhatikan tanggal penulisan dan tanggal update artikel. Semakin baru tanggal-tanggal ini, semakin valid informasi yang tercantum.
  2. Harap membaca komentar-komentar terkait sebelum bertanya; bisa jadi hal yang ingin Anda tanyakan sudah terjawab.
  3. Pertanyaan dapat disampaikan lewat bagian komentar atau lewat akun Twitter @asyafrudin.

Senin, 20 Februari 2012

Lapor SPT Tahunan Online

Update (19 Februari 2015)
Cuplikan Layar Aplikasi eFiling Tahun 2015
Aplikasi eFiling Tahun 2015 mengalami perubahan interface (antar muka) secara besar-besaran. Perubahan ini membuat aplikasi eFiling terlihat lebih modern dan menarik. Alur dalam fitur wizard di dalam aplikasi tersebut masih sama seperti tahun 2014. Data dari SPT tahun sebelumnya, seperti harta dan utang, juga masih dapat diakses langsung dari aplikasinya. Salut untuk DJP, khususnya para pegawai yang terlibat di dalamnya, atas pengembangan Aplikasi eFiling yang berkesinambungan.

Update (28 Februari 2014)
Permohonan e-FIN dapat dilakukan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat.

Update (16 Februari 2014)
Aplikasi eFiling yang dijelaskan dalam tulisan di bawah adalah aplikasi eFiling tahun lalu (untuk tahun pajak 2012). Untuk tahun ini (tahun pajak 2013), aplikasi eFiling sudah diperbaharui. Aplikasi eFiling terbaru ini hanya bisa digunakan untuk melaporkan SPT Tahunan Tahun Pajak 2013 (dan mungkin untuk tahun-tahun selanjutnya). Bila kita ingin mengakses SPT Tahunan sebelum Tahun Pajak 2013, yaitu Tahun Pajak 2012 dan 2011, silakan mengunjungi URL https://efiling2.pajak.go.id/.

Perlu diperhatikan bahwa username dan password untuk aplikasi eFiling lama dan aplikasi eFiling baru itu berbeda. Bagi pengguna yang terdaftar di aplikasi eFiling lama, username dan password untuk aplikasi eFiling baru akan dikirim ke email yang digunakan untuk mendaftar di aplikasi eFiling lama. Sementara bagi pengguna baru (yang baru mendaftarkan diri tahun ini), harus mengikuti alur dari awal, yaitu mulai dari mengajukan permohonan eFIN.

Perubahan yang dilakukan pada aplikasi eFiling baru ini benar-benar patut diacungi jempol. Selain menyediakan mekanisme pengisian langkah demi langkah (disebut wizard) seperti pada aplikasi eFiling lama, aplikasi eFiling baru ini juga menyediakan mekanisme pengisian langsung melalui form yang bentuknya menyerupai formulir SPT Tahunan. Bagi yang sudah terbiasa mengisi formulir SPT Tahunan, mekanisme pengisian langsung melalui form ini jelas lebih mudah dibandingkan wizard.

Selain perubahan besar di atas, aplikasi eFiling yang baru juga sudah mengakomodir 3 dari 4 catatan yang saya buat di akhir tulisan ini: (1) SPT Tahunan dari tahun sebelumnya dapat diakses dengan mudah. (2) Isian seperti Harta dan Anggota Keluarga dapat diisi secara otomatis berdasarkan data pada SPT tahun sebelumnya. (3) Indikator loading sudah digunakan untuk memperlihatkan transisi dari satu bagian ke bagian yang lain. Semua tambahan di atas saya rasakan sendiri manfaatnya dalam mempercepat proses pengisian dan pelaporan SPT Tahunan saya.

Tulisan Awal
e-Filing
Aplikasi e-Filing di www.pajak.go.id yang baru digulirkan oleh DJP (Direktorat Jenderal Pajak) tahun ini merupakan terobosan baru pelaporan SPT Tahunan 1770S dan 1770SS. Aplikasi ini memungkinkan wajib pajak mengisi dan melaporkan SPT Tahunan masing-masing dengan cara yang lebih mudah. Kemudahan pertama, wajib pajak dapat mengisi SPT Tahunannya dengan nyaman dari balik meja kerja mereka masing-masing. Hanya saja e-Filing ini memiliki satu syarat yang tidak bisa diganggu gugat, yaitu wajib pajak harus terhubung ke Internet.

Kemudahan kedua yang diberikan oleh aplikasi e-Filing ini adalah wajib pajak tidak perlu lagi mengirimkan dokumen-dokumen pendukung seperti bukti potong pajak ke KPP (Kantor Pelayanan Pajak) Pratama terdekat atau ke Drop Box SPT Tahunan. Sesuai keterangan yang ada dalam petunjuk penggunaan aplikasi e-Filing, dokumen-dokumen pendukung itu hanya perlu dikirim bila memang diminta oleh DJP. Permintaan itu hanya dilakukan sesuai kebutuhan hasil pemeriksaan SPT Tahunan yang disampaikan melalui AR (Account Representative) di KPP Pratama tempat wajib pajak terdaftar.

Tulisan kali ini merupakan hasil pengalaman saya menggunakan aplikasi e-Filing di http://efiling.pajak.go.id/ untuk mengisi dan melaporkan SPT Tahunan 1770S tahun pajak 2011 milik saya sendiri. Berikut ini saya paparkan langkah-langkah yang saya lakukan dari mulai membuka aplikasi e-Filing untuk pertama kali sampai saya berhasil mengirim SPT Tahunan yang sudah saya isi sendiri.

Permohonan e-FIN
Kita mulai dari halaman depan aplikasi e-Filing (http://efiling.pajak.go.id/). Langkah pertama adalah mengajukan permohonan e-FIN (e-Filing Identification Number). e-FIN merupakan nomor identitas Wajib Pajak yang mengajukan permohonan untuk melaksanakan e-Filing.[1] e-FIN ini terikat langsung dengan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) yang kita miliki. Dapat diibaratkan bahwa e-FIN ini menjadi identitas pengganti NPWP kita saat kita melaporkan SPT Tahunan lewat aplikasi e-Filing tersebut. Mengajukan permohonan e-FIN dapat dilakukan lewat menu PERMOHONAN E-FIN di halaman depan aplikasi e-Filing.

Di halaman Permohonan e-FIN itu kita cukup memasukan NPWP dan Tanggal Terdaftar (serta mengisi Captcha untuk validasi), kemudian tekan tombol Submit. Sekedar informasi saja, baik NPWP maupun Tanggal Terdaftar dapat ditemukan di Kartu NPWP kita masing-masing. Dengan menekan tombol Submit, permohonan e-FIN kita akan segera diproses dan dikirimkan ke alamat yang sesuai dengan alamat terdaftar, yaitu alamat yang kita gunakan saat kita mendaftar untuk mendapatkan NPWP.

Pendaftaran e-Filing
Bila e-FIN sudah ada di tangan kita, kita bisa meneruskan ke langkah kedua, yaitu mengajukan pendaftaran e-Filing. Pendaftaran e-Filing dapat dilakukan lewat menu E-FILING > PENDAFTARAN E-FILING di halaman depan aplikasi e-Filing. Yang perlu kita lakukan adalah mengisi satu per satu isian yang ditampilkan di halaman Pendaftaran e-Filing tersebut. Perlu diperhatikan bahwa kita diminta mengisi NPWP dan Nomor e-FIN. e-FIN yang sudah kita terima akan dicocokan kembali dengan NPWP kita agar tidak terjadi kesalahan identitas saat pelaporan SPT Tahunan nantinya.

Isian Email merupakan salah satu isian yang terbilang penting. Saya sarankan menggunakan alamat email yang tidak terikat dengan instansi apa pun seperti Gmail atau Ymail karena alamat email ini akan kita gunakan untuk menerima informasi seputar aplikasi e-Filing. Selain itu, kita juga akan menggunakan alamat email ini sebagai username kita saat menggunakan aplikasi e-Filing. Bila semua isian sudah kita isi dengan benar, klik tombol Submit untuk mengajukan pendaftaran e-Filing.

Tidak lama kemudian, kita akan menerima email yang berisi informasi untuk mengakses aplikasi e-Filing. Di dalam email tersebut pun akan mencantumkan link untuk aktivasi. Link ini harus terlebih dahulu kita akses agar kita bisa mulai menggunakan aplikasi e-Filing. Perlu diperhatikan bahwa bila email tersebut tidak kunjung masuk ke dalam Inbox kita, ada kemungkinan email tersebut masuk ke dalam Spam.

Aktivasi akun e-Filing berhasil
Bila akun kita sudah aktif, kita bisa mulai menggunakan aplikasi e-Filing untuk mengisi dan melaporkan SPT Tahunan kita. Hal ini dapat kita lakukan lewat menu E-FILING > PENYAMPAIAN SPT di halaman depan aplikasi e-Filing.

Login ke Aplikasi e-Filing
Setelah login ke dalam aplikasi e-Filing, silakan lihat-lihat dulu. Bila kita sudah siap, kita dapat mulai mengisi SPT Tahunan kita lewat menu Perekaman SPT. Dalam kasus saya, saya memilih 1770S sesuai dengan kebutuhan pelaporan perpajakan saya.

Halaman Utama Aplikasi e-Filing
Langkah-langkah selanjutnya adalah langkah-langkah untuk mengisi SPT Tahunan kita. Berdasarkan pengalaman saya pribadi mengisi SPT Tahunan 1770S, total langkahnya ada 12 langkah. Masing-masing langkah berisi pertanyaan Ya/Tidak. Menjawab Tidak akan membawa kita ke langkah selanjutnya, Menjawab Ya akan membawa kita ke sejenis form yang harus kita isi. Saya lampirkan salah satu contohnya di bawah ini, yaitu Langkah VIII (tanggungan keluarga).

Langkah VIII
Form Isian Langkah VIII
Kita hanya perlu terus mengikuti langkah-langkahnya sampai dinyatakan Selesai. Bila pengisian SPT kita sudah selesai, kita dapat langsung menyimpannya. SPT Tahunan yang sudah kita simpan akan ditampilkan di Halaman Utama Aplikasi e-Filing.

Halaman Utama Aplikasi e-Filing (Setelah Pengisian SPT)
Dari halaman utama ini, kita dapat mengubah atau menghapus SPT Tahunan yang sudah kita isi dan simpan. Bila kita sudah yakin dengan isian SPT Tahunan kita, kita dapat lanjutkan dengan pengiriman SPT. Pengiriman SPT ini dilakukan dengan dua tahap, yaitu dengan menekan tombol Ambil Kode Verifikasi dan dilanjutkan dengan menekan tombol Kirim Data.

Dengan menekan tombol Ambil Kode Verifikasi, kita akan menerima kode verifikasi yang kita perlukan untuk mengirim SPT Tahunan kita melalui alamat email yang kita daftarkan di aplikasi ini. Kode verifikasi ini harus kita isikan setelah kita menekan tombol Kirim Data. Bila tidak ada masalah pada kode verifikasi dan proses pengiriman data, kita akan menerima pemberitahuan bahwa SPT Tahunan kita sudah terkirim pada alamat email yang sama.

Halaman Utama Aplikasi e-Filing (Setelah Pengiriman SPT)
Dan ... selesai!

Kita pun sudah secara resmi melaksanakan tanggung jawab kita sebagai wajib pajak untuk melaporkan SPT Tahunan kita. Saya sendiri hanya butuh waktu lebih kurang 1 jam untuk menyelesaikan semua langkah-langkahnya. Itu pun karena saya sibuk mengulang beberapa langkah pengisian dan mengambil screenshot dari masing-masing langkah untuk modal saya membuat tulisan ini.

Mudah, bukan?

Dengan adanya aplikasi e-Filing ini, saya sangat berharap berbagai kesulitan dalam mengisi dan melaporkan SPT Tahunan pun berkurang. Kemudahan yang didapatkan dari aplikasi e-Filing ini diharapkan pula dapat meningkatkan kesadaran wajib pajak untuk melaporkan SPT Tahunannya masing-masing. Hal ini secara tidak langsung dapat meningkatkan akurasi pengukuran penerimaan pajak negara ini.

Sebagaimana umumnya aplikasi baru, kritik dan saran tak mungkin dielakan. Saya sendiri mencatat beberapa hal yang saya rasa perlu ditambahkan ke dalam aplikasi ini:
  1. Fitur untuk merubah alamat terdaftar agar wajib pajak yang alamat domisilinya berbeda dengan alamat terdaftar tidak kesulitan mendapatkan e-FIN.
  2. Fitur untuk melihat kembali SPT Tahunan yang sudah dikirim sebagai bahan perbandingan bila ingin melakukan pembetulan SPT Tahunan atau mengisi SPT Tahunan di tahun berikutnya.
  3. Indikator Loading saat transisi dari satu langkah ke langkah yang lain. Indikator seperti ini penting terutama bagi wajib pajak yang memiliki koneksi Internet terbatas untuk menghindari kesan bahwa aplikasi tiba-tiba hang padahal sedang loading.
  4. Fitur untuk menyimpan data yang bersifat tetap seperti tanggungan keluarga atau harta sehingga tidak perlu kita isi ulang setiap kali kita mengisi SPT.
Sekian tulisan tentang pengisian SPT Tahunan secara online lewat efiling.pajak.go.id. Pertanyaan-pertanyaan dapat disampaikan lewat form komentar atau langsung mention asyafrudin di Twitter.

Semoga bermanfaat!

--
[1]Bantuan Penggunaan e-Filing. http://efiling.pajak.go.id/(S(pure5mbueoc3drh2csv4ujpz))/Description.aspx; diakses tanggal 20 Februari 2012.

177 komentar:

  1. terkait pembuatan efin...ada ga alternatif lain, biar langsung dpt efin tanpa nunggu dikirimn dulu...secara alamat tertera di NPWP berbeda dg alamat sekarang dan belum pernah mengajukan perubahan alamat...mohon penjelasan...terimakasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Satu-satunya alternatif yang saya tahu itu mengajukan permohonan e-FIN ke KPP terdekat (bukan KPP tempat terdaftar). Yang perlu disiapkan cukup Kartu NPWP dan KTP.

      Keterangannya ada juga di bagian Bantuan Penggunaannya di sini: http://efiling.pajak.go.id/(S(i2krxbma3adndajp4ultumja))/Description.aspx#berita2

      Hapus
  2. Saya baru mencoba metode ini, dan berhasil.
    e-FIN sangat membantu. maju terus Indonesia !!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Terima kasih atas feedback positifnya. :)

      Hapus
  3. sip gan...
    bagus infonya...

    ijin titip link ya gan :

    http://ibtutorial.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan.

      Terima kasih sudah mampir. :)

      Hapus
  4. pertanyaan pak..
    bagaimana kita mendapatkan bukti bahwa kita sudah melaporkan pajak kita, seperti secarik kertas yg kita dapat dari kantor pajak..? apakah dikirim berbentuk file pdf atau yg lain ke email kita..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tanda bukti pengiriman akan dikirim ke email kita. Bentuknya email biasa, bukan PDF. Di dalam email itu ada informasi yang terkait dengan pengiriman SPT Tahunan kita.

      Hapus
  5. Mengenai saran bapak untuk menggunakan alamat email yang tidak terikat dengan instansi apa pun seperti Gmail atau Ymail. cara membuat alamat email pribadi yang tidak terikat dengan instansi apapun gimana caranya? mohon pencerahan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksud saya "alamat email yang tidak terikat dengan instansi apa pun" itu antara lain adalah alamat email kantor. Jadi kalau kita pindah kerja pun kita tidak perlu repot update alamat email untuk urusan eFiling kita. Gmail atau Ymail itu contoh "alamat email yang tidak terikat instansi apa pun".

      Mohon maaf kalau membingungkan. :)

      Hapus
  6. ini permohonan efin selalu "terjadi kesalahan pada website" ck ck ck

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin ada masalah teknis. Semoga Mas/Mbak Anonim diberi kesabaran untuk mencoba lagi. :)

      Hapus
  7. Mas saya sudah terlanjur klik submit, padahal saya dah pindah di jakarta. Alamat saya waktu itu di Bandung, alamat kontrakan lagi. Tak masalahkah mas? Tidak confidential kan?
    Mungkin mesti datang langsung ke KPP terdekat. Sore sampe jam berapa ya mas kantor pajak biasa buka? Apa malam bisa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Permohonan e-FIN ya? Segera saja ke KPP terdekat. Nanti e-FIN untuk Mas Irawan dapat langsung diurus pada hari yang sama. Setelah itu, Mas Irawan bisa langsung registrasi e-Filing. Setelah registrasi itu, seharusnya e-FIN yang dikirim ke Bandung tidak dapat disalahgunakan. Itu pun kalau memang ada yang mau (dan bisa) menyalahgunakan. :)

      Hapus
    2. Uppss...maaf mas lupa kasih subject, iya tentang permohonan e-FIN.
      Ok mas Amir, terima kasih banyak infonya.
      Blog yang bermanfaat.

      Hapus
    3. Sama-sama. Senang bisa membantu.

      Hapus
  8. Kenapa masih menggunakan cara off-line dlm pengiriman eFin...
    ampun dah...mana waktu dah mepet...bakal telat deh nguruus SPT thn ini..

    seandainya eFin bisa online juga via email misalnya ato yg bersifat realtime...manteeep dah,....

    BalasHapus
  9. oke bang ,, bagus banget neh infonya,,,,
    mas saya mau nanya...kalo lapor secara manual kan kt ada ttd,,,,nah kalo efiling gmana?????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setahu saya, eFIN itu yang menjadi pengganti ttd kita.

      Hapus
  10. Mas bro, mo tanya yg di maksud "tanggal terdaftar" itu bagaimana? baru pertama kali mo lapor spt sendiri, biasa dl di kantor ada yg urusin.
    Thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh ... Saya telat bales abis nih. Ternyata komentar ini di-mark sebagai Spam oleh Blogger. Pantesan gak langsung nongol.

      Anyway, tanggal terdaftar itu tanggal saat kita mendaftarkan NPWP kita. Biasanya tanggal terdaftar itu ada di kartu NPWP atau di Surat Keterangan Terdaftar yang dulu dikirim dari KPP Pratama tempat kita terdaftar.

      Hapus
  11. kalo yang 1770 SS sama aja kan pak. dan kita ga pake tanda tangan elektronik ya pak????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yupe. Prosedurnya secara garis besar sama saja. Perbedaannya hanya di langkah-langkah pengisian SPT saja. Tanda tangan elektronik tidak diperlukan karena sudah diwakili oleh e-FIN.

      Semoga membantu.

      Hapus
    2. oke,, terimakasih ya pak,,,,blog ini bener-bener sangat membantu sekali pak,,,,,,ditunggu posting-posting selanjut nya ya pak,,hehehehehe

      Hapus
    3. Terima kasih atas apresiasinya. Saya pun berharap saya bisa konsisten mengisi blog ini. Aamiin.

      Hapus
  12. Hari ini saya dapat surat pemberitahuan dari kantor pelayanan pajak, yang intinya saya belum melapurkan SPT Tahuan, th 2008, 2009 dan 2010. padahal setiap tahun saya selalu membuat SPT secara kolektif yang di urus dari perusahaan tempat saya bekerja. Apa yang perlu kami bawa untuk mengklarifikasi surat tersebut? mohon bantuan. terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba bawa tanda terima penyerahan SPT-nya atau bawa surat keterangan dari perusahaan yang menerangkan kalau Mas Sugeng sudah lapor SPT. Itu saja yang bisa saya sarankan.

      Hapus
  13. Wah, ini sangat membantu Sekali, Lebih Efisien Waktu Banget... Terima kasih Gan...

    BalasHapus
  14. gimana cara melaporkan SPT buat perusahaan bos...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jalurnya beda, Mas. Untuk wajib pajak badan juga ada pelaporan SPT dalam bentuk e-SPT (bukan hard copy). Hanya saja e-SPT badan ini tidak dapat dilaporkan lewat aplikasi e-filing yang saya paparkan di atas. Jasa e-filing untuk wajib pajak badan disediakan oleh Application Service Provider yang sudah bekerja sama dengan Ditjen Pajak.

      Hapus
  15. Sy tahun lalu belum melaporkan SPT karena terbentur dgn waktu. Tgl 30-3-2012 mendapatkan SPT melalui kantor pos/kurir dr kantor pajak. sedangkan kirim kembali paling lambat tgl 31-3-2012 ke kantor pajak. Sy hrs bagaimana untuk th ini ? apa bisa sy melaporkan SPT melalui E-Fin ? Trimakasih n sy tunggu balasannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa. Langsung saja mengajukan permohonan e-FIN kemudian lapor SPT lewat e-Filing seperti yang dijelaskan di atas.

      Hapus
  16. mau tanya gan untuk permohonan e-FIN. untuk kolom 1 itu NPWP di tulis nama /nomer npwp? tq infonya

    BalasHapus
  17. Balasan
    1. Sama-sama. Senang bisa bermanfaat.

      Hapus
  18. Pak..ketika saya mendaftar utk mendapatkan e-fin, no npwp saya ditolak dengan alasan npwp yg dimasukan tidak terdaftar. Padahal npwp tsb sudah terdaftar sejak 18/11/2009. Saya sudah melihat no npwp dan sudah benar.

    trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba hubungi ke KPP terdekat atau ke Kring Pajak. Saya tidak bisa bantu lebih jauh untuk masalah ini. Mohon maaf.

      Hapus
  19. ya ampun kenapa ga dikirim ke email aja ya e-fin nya?
    sangat tidak praktis, luar biasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang saya tahu, alasannya lebih cenderung terkait keamanan dan integritas data. e-FIN sengaja dikirim ke alamat wajib pajak untuk memastikan bahwa alamat wajib pajak itu memang valid. Jadi kalau data wajib pajak yang ada di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) itu valid, maka e-FIN akan sampai ke tangan yang berhak menerimanya.

      Pertanyaan selanjutnya adalah kenapa tidak ada fitur ubah alamat di web eFiling itu? Kembali lagi ke masalah keamanan dan integritas data. Kalau wajib pajak bisa merubah alamat tempat tinggal begitu saja, pihak DJP akan kesulitan melakukan verifikasi datanya.

      Kira-kira itu penjelasan yang bisa saya berikan, tapi saya tegaskan bahwa informasi tersebut HANYA pendapat saya pribadi; bukan mengatasnamakan DJP.

      Hapus
  20. waduh.....merepotkan sekali..
    niatnya mau bikin mudah tp malah bikin tambah masalah...
    alamat pekerja ada juga y sering berpindah2...jika telat lapor kena denda, tp klau mau lapor musti ijin kerja dlu buat antri di kantor pajak...padahal mau kasih uang untuk pemerintah bukanya minta.

    kalau e-Fin tdk bs dikirimkan secara On-Line jgn serta merta bilang lapor pajak bs On-Line....ini namanya pembodohan masyarakat.

    harusnya bilang semi On-Line...jgn cuma kejar gengsi untuk di bilang On-Line sama seperti perusahaan besar atau Bank...

    klo begini caranya ya mendingan daftar langung ke kantor pelayanan pajak..jgn menggiring masyarakat makin bingung.

    Mohon di kritik jika salah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya sepakat dengan anda, kebanyakan dari institusi pemerintah memang seperti ini. sebagian besar masih berpedoman kepada "kalau bisa dibuat susah, kenapa harus dibuat mudah?".
      padahal kita sebagai warga negara yang baik sudah berusaha membantu negara ini dengan apa yang kita bisa, tetapi aparatur negaranya yang tidak professional.

      Hapus
  21. yah harus ada e-fin nya yah :(
    kirain gak perlu repot nunggu, jadi begitu mengjaukan permohonan e-fin langsung kirim ke email or apa gitu
    tapi gak apa2 lah, semoga besok2 lebih baik lagi

    BalasHapus
  22. mau apply e fin malah disuguhi "Tanggal terdaftar salah.
    Pastikan tanggal terdaftar sesuai dengan yang tertera pada kartu NPWP Anda.
    Apabila tanggal tersebut sudah sesuai, namun pesan ini masih muncul,
    Silakan hubungi KPP di mana Anda terdaftar untuk mengkonfirmasi tanggal terdaftar Anda." ada solusi cepat selain hubungi kantor buat npwp? secara lagi di luar kota..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan salah format tanggalnya kan, Mas? Kalau formatnya sudah benar sih saya kurang tahu kenapa ada error seperti itu. Maaf sebelumya bila saya kurang membantu.

      Hapus
  23. Mas mau tanya untuk mengetahui SPT tahunan kita seperti apa? karena saya perlu sekali untuk syarat pengajuan KPR dengan salah satu sarat adalah copy-an SPT tahunan. Terima kasih yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau pakai fitur online ini, kita tinggal login aja. Di dalam aplikasi online ini kita bisa akses SPT Tahunan yang udah pernah kita laporkan. Masing-masing SPT Tahunan yang kita laporkan itu bisa kita cetak langsung. Kalau untuk SPT Tahunan yang kita laporkan langsung ke KPP (atau lewat Drop Box) sepertinya bisa diminta ke KPP tempat kita terdaftar.

      Hapus
  24. siang,sy sdh daftar untuk mendapatkan no e-fin...tp sampai skrg no e-fin nya belum dikirim,,,knp yah???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya butuh waktu beberapa hari untuk e-FIN sampai ke tangan kita. Kalau memang sudah terlalu lama, saya sarankan menghubungi KPP terdekat atau mungkin ke Kring Pajak.

      Hapus
  25. Saya mencoba membuat permohonan E-Fin tapi setelah saya klik submit sama sekali tidak muncul notifikasi apapun, misalnya seperti"permohonan e-fin anda sedang kami proses" atau "nomor e-fin anda akan kami kirim ke alamat sesuai NPWP terdaftar".. mohon tanya apa kah memang seperti itu ? ataukah ada kesalahan?ini sdah saya ulang beberapa kali, 3 hari yang lalu sampe skrng belum juga ada kriman dr kantor pajak sehubungan dgn permohonan e-fin tersebut, mohon dibantu terimakasih sblumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf. Untuk saat ini saya tidak bisa membantu. Sebaiknya langsung menghubungi Call Center Ditjen Pajak atau KPP terdekat.

      Hapus
    2. apakah ketika Pak amir membuat permohonan efin memang tidak ada notifikasi apapun juga?

      Hapus
    3. Saya agak lupa perihal notifikasi itu. Dan rupanya saya tidak cantumkan dalam tulisan ini ya? Mohon maaf.

      Hapus
  26. e-fin itu bentuknya kode yang terdiri dari angka-angka bukan? soalnya kalo iya saya bisa nelpon orang di kampung ketika e-fin itu sudah terkirim saya bisa langsung masukkin ke pendaftaran e-filing. makasih ya

    BalasHapus
  27. Saya sudah mendapatkan E-FIN sejak Tahun Pajak 2011. jika mau menggunakan untuk tahun pajak 2013. apakah masih menggunakan E-FIN lama? soalnya waktu mau menggunakan E-Filiing saya lupa password saya. sedangkan email saya yang dipakai mendaftar dulu kena hack dan tidak bisa dibuka.
    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setahu saya e-FIN lama masih bisa dipakai, tapi kelihatannya ada perubahan di aplikasinya untuk tahun ini. Kalau tidak salah, untuk tahun ini ada aplikasi eFiling baru. Aplikasi yang lama hanya menyimpan arsip SPT kita yang lama. Untuk aplikasi baru ini, kita diberikan username dan password baru ke alamat email yang dulu kita pakai untuk mendaftar. Kalau memang tidak mungkin mengakses email yang lama, mungkin akan lebih baik mendaftar kembali.

      Itu saja dari saya. Informasi dari saya belum tentu lengkap. Untuk itu, saya tetap menyarankan untuk menghubungi KPP terdekat atau Kring Pajak untuk mendapatkan informasi paling valid.

      Hapus
  28. Halo, makasih tulisannya, sangat berguna. Mau tanya, setelah kita melapor, bayar pajaknya ke mana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syukurlah kalau tulisan saya bermanfaat. Untuk pembayaran pajak bisa melalui bank persepsi (bank rekanan).

      Hapus
  29. Blognya Bagus sekali, sangat membantu, yang gak membantu itu sistem di pajak uang katanya online. saya sudah mencoba meminta efin ke kantor pajak setempat, begitu saya kesana orang pajak bilang bahwa nomer NPWP saya tidak terdaftar...nah loh kok bisa begitu??? jadi saya punya NPWP dari tahun 2007 sampai sekarang bayar pajak tiap bulan entah kemana tuh duit....Mohon pencerahan apabila Mas ada info mengenai hal ini. terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya pribadi tidak bisa membantu, Mas. Tapi saran saya sebaiknya segera ditindaklanjuti, Mas. Coba hubungi KPP tempat Mas terdaftar atau coba hubungi Kring Pajak. Itu saja dari saya. Mohon maaf tidak bisa banyak membantu.

      Hapus
  30. makasih info nya ... ijin copas yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan. Mohon sertakan link artikel ini ya.

      Hapus
  31. ga nemu 'permohonan eFin' di website nya ... ada alamat lain ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Permohonan eFin tidak lagi tersedia secara online. Permintaan eFin bisa diajukan ke KPP terdekat.

      Hapus
  32. Mas Amir, info sangat bermanfaat. Diatas disampaikan userid dan password lama tidak bisa digunakan lagi utk pelaporan tahun 2013. Masalahnya saya lupa nomor eFIN saya. Apakah saya harus mendaftar ulang lagi ya utk mendapatkan eFIN yang baru atau bagaimana ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Dino,

      Setahu saya kalau kita sudah daftar e-Filing tahun lalu, maka kita akan menerima username dan password yang baru untuk menggunakan aplikasi e-Filing tahun ini. Username dan password baru itu dikirim ke email yang kita gunakan untuk mendaftar e-Filing tahun lalu. Saya sendiri menerima email itu. Mas Dino sendiri sudah cek emailnya belum? Apa mungkin nyasar ke folder Spam?

      Kalau memang tidak ada, saran saya adalah mengajukan permohonan username dan password baru dulu lewat Kring Pajak atau lewat email adminnya. Kalau Kring Pajak sedang sibuk, kirim emailnya tetap dicoba saja. Setahu saya, walaupun responnya lama karena jumlah email masuk juga banyak, pada akhirnya email kita akan ditindaklanjuti. Langkah terakhir seandainya semua usaha itu gagal adalah mengajukan permohonan eFIN lagi ke KPP terdekat.

      Demikian saran saya. Semoga membantu.

      Hapus
    2. Trima kasih Mas Amir info nya

      Hapus
  33. Mas amir itu screenshot e-filling tahun berapa ....kok beda dengan yg saya buka...???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Wanoe,

      Screenshot itu dari tahun 2012 (sesuai tanggal publikasi tulisan ini, yaitu 20 Februari 2012). Tampilannya memang sudah berubah sejak tahun 2014 ini, Mas. Update yang saya lakukan tidak sampai ke tampilannya. Mohon maaf bila membingungkan.

      Hapus
  34. maaf mau tanya pak,

    saya sudah isi spt online, tpi apa itu sudah benar dan utk informasi ke email sy, berikut isinya sprti ini : Berikut adalah Bukti Penerimaan Elektronik Anda, dll

    yg sy mau tanyakan, apa pada pengisian online ini tdk melampirkan bukti potong pajaknya ?? karena sy mengisi di bagian formulir SS saja. apa ada yg terlewat ??

    mohon bantuannya,

    trims :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Mia,

      Kalau sudah terima Bukti Penerimaan Elektronik (BPE), itu artinya Mbak Mia dianggap sudah melapor SPT. Selamat ya, Mbak. Kewajiban melapor SPT Tahunannya untuk tahun ini sudah gugur. :)

      Bukti potong pajak memang tidak perlu dilampirkan untuk pelaporan SPT dalam bentuk elektronik, tapi bukti potong itu harus tetap disimpan. Kalau misalnya, amit-amit deh ya, Mbak Mia diperiksa oleh pegawai Ditjen Pajak dan dimintai bukti potong pajak yang dilaporkan di SPT, Mbak Mia bisa langsung tunjukan. Jadi Mbak Mia bisa buktikan bahwa SPT yang Mbak laporkan itu tidak fiktif.

      Demikian dari saya. Semoga membantu.

      Hapus
  35. pada saat pengiriman spt muncul pesan "Kirim SPT gagal, SPT terpilih sudah ada dalam basis data atau pembetulan sebelumnya belum dikirim." itu kenapa y? saya dah coba berkali2 tapi tetep aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebelumnya sudah pernah kirim SPT, Mas/Mbak? Kalau BELUM, di isian "Pembetulan" diisi angka berapa? Kalau diisi "1", coba diganti dengan "0".

      Semoga membantu.

      Hapus
  36. saya juga mengalami hal demikian "gagal mengirim SPT" pembetulannya sudah " 0 " koq masih tetep aja gagaL lagigagaLlaaagi ...
    gmn ya mas?
    mohon pencerahan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf. Untuk saat ini pun saya masih menebak-nebak sumber masalah dan solusinya.

      Hapus
  37. bos , mohon penjelasan kalau pengirinam spt selalu gagal dan cara megatasinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf. Untuk saat ini pun saya masih menebak-nebak sumber masalah dan solusinya.

      Hapus
  38. cara dapatkan kode efin lewat web gmn nich muter2 gk ketemu2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah tidak bisa mengajukan permohonan eFIN lewat Web. Mulai tahun ini eFIN harus diminta langsung ke KPP terdekat.

      Hapus
  39. Misi mas saya juga sudah minta kode verifikasi 3 kali tetapi belum tidak terkirim karna kirim spt gagal .. sebelmnya saya sudah sering mengirim namum balasnnya sama kalau 1x kirim kan langsung sampai bukti nya.. atau pernah mrngirim dan buktinya langsung terkirm ke email saya tapi ini kok tidak ya..??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf, saya kurang mengerti pertanyaannya.

      Hapus
  40. Pak telah saya lengkapi data. Setelah dikirim muncul pesan: Informasi : Kirim SPT gagal, SPT terpilih sudah ada dalam basis data atau pembetulan sebelumnya belum dikirim. Gimana solusinya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin masalahnya di isian "Pembetulan". Coba buat ulang SPT-nya dan isian itu diisi "0". Kemungkinan yang lain adalah salah isi kode verifikasi. Kalau kode verifikasi diminta beberapa kali, gunakan kode verifikasi yang terbaru. Mungkin dua cara itu bisa menyelesaikan masalahnya. Kalau masih gagal juga, terpaksa kontak adminnya atau telpon Kring Pajak.

      Semoga membantu.

      Hapus
    2. terima kasih pak
      kemarin saya juga kirim spt gagal, lalu saya ganti pembetulan dari 1 menjadi 0, baru bisa dikirim dan sudah mendapatkan juga buktinya via email

      Hapus
  41. maaf mau tanya pak,
    saya ingin menambah pengetahuan mengenai e-filing ini, berhubung saya belum terdaftar sebagai wajib pajak, jadi belum bisa mengetahui cara penggunaannya..

    ada beberapa hal yang saya ingin tanyakan:
    1. e-filing ini merupakan sistem yang diciptakan untuk mempermudah wajib pajak dalam melakukan pelaporan SPT, dengan salah satu syarat adalah memiliki PC yang terkoneksi dengan internet. Bagaimana dengan wajib pajak yang bisa dibilang seseorang yang pendapatannya berasal dari sebuah UKM dan tidak terdapat peralatan komputer dsb?

    2. Apakah terdapat pembebanan fee untuk ASP yang ditunjuk oleh DJP dalam penggunaan sistem e-filing ini?

    terimakasih banyak, mohon balasannya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya belum pernah terlibat langsung dengan e-Filing lewat ASP. e-Filing yang saya bahas di tulisan ini pun khusus aplikasi e-Filing untuk wajib pajak orang pribadi yang bekerja sebagai karyawan. Setahu saya aplikasi e-Filing yang saya bahas di sini belum mengakomodir wajib pajak yang membuka usaha sendiri. Berhubung pertanyaan-pertanyaan yang Mas Andi tanyakan lebih cenderung ke e-Filing via ASP, saat ini saya tidak bisa menjawab. Akan lebih baik kalau Mas Andi mencari informasi dari ASP-nya langsung.

      Mohon maaf bila kurang membantu.

      Hapus
  42. Mudah gimana...??? 2 hari ini ngisi SPT habis itu nggak bisa disimpan .....padahal ini terakhir untuk PNS Kemenkeu.....mudah apaan..???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah prosesnya, terutama kalau dibandingkan dengan harus mengisi form dalam bentuk hard copy dan mengirimnya lewat pos atau mengantarnya sendiri ke Drop Box/KPP.

      Mas Anonim PNS Kemenkeu ya? Kemungkinan Mas Anonim kena imbas over capacity karena traffic eFiling meningkat akibat banyak PNS Kemenkeu yang juga menggunakan eFiling menjelang deadline. Saya hanya bisa menyarankan untuk menggunakan eFiling di waktu yang kira-kira sepi. Tapi kalau semua PNS Kemenkeu berpikir seperti itu, susah juga. Tetap dicoba ya, Mas Anonim. Semoga percobaan berikutnya lebih lancar.

      Hapus
  43. Kenapa mesti harus make e-fin segala,secara udah ada no npwp,Dan nomor ITU kan valid, kenapa harus daftar ke kpp segala. wadeeeew.....repot amat, padahal kita cuma mau lapor kalo kita tuh udah bayar,Dan uang Judah masuk kenegara.mumeeeeet.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya copas jawaban saya di atas:

      "Yang saya tahu, alasannya lebih cenderung terkait keamanan dan integritas data. e-FIN sengaja dikirim ke alamat wajib pajak untuk memastikan bahwa alamat wajib pajak itu memang valid. Jadi kalau data wajib pajak yang ada di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) itu valid, maka e-FIN akan sampai ke tangan yang berhak menerimanya.

      Kira-kira itu penjelasan yang bisa saya berikan, tapi saya tegaskan bahwa informasi tersebut HANYA pendapat saya pribadi; bukan mengatasnamakan DJP."

      Hapus
  44. Mas pd saat pengisian trjadi kesalahan input,tpi dah trlanjur kekirim ,itu bs diperbharui atau enggak,?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Imam perlu membuat SPT baru dengan pilihan Pembetulan 1. Setahu saya, isian yang sudah diisi pada SPT sebelumnya akan otomatis terisi pada SPT Pembetulan ini. Jadi kita hanya perlu mengubah bagian yang salah. Setelah selesai diperbaiki, Mas Imam kirim lagi SPT-nya. Dengan begitu, Mas Imam akan mengirim 2 SPT. SPT yang dianggap valid adalah SPT yang terakhir dikirim.

      Hapus
  45. Maaf mas Amir Syafrudin, utk pelaporan SPT Dadan (CV) apakah jg bia dg e-Filling?

    BalasHapus
    Balasan
    1. eFiling ini khusus untuk SPT Tahunan Orang Pribadi (OP) 1770 S dan SS. Untuk SPT Tahunan Badan seperti PT dan CV serta SPT Tahunan OP 1770 bisa disampaikan lewat eFiling yang disediakan oleh Application Service Provider (ASP).

      Hapus
  46. Mas, kalau minta e-fin ke kpp terdekat tapi diluar kota (bukan kota tempat mendaftar npwp) bisa ga ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa, Mbak Agnes. Sejak tahun lalu kebijakannya memang memperbolehkan WP meminta eFIN ke KPP terdekat (tidak harus ke KPP terdaftar).

      Hapus
    2. Kalau lapor pajak pribadinya secara langsung ke kpp (tidak menggunakan e-filling) itu harus dikota tempat terdaftar ya mas, ga bisa lapor di luar kota ya?

      Hapus
    3. Saya agak lupa. Sepertinya masih bisa, Mbak. Coba konfirmasi lagi ke KPP terdekat.

      Hapus
  47. mas kenapa kode verifikasi pengiriman efiling saya belum terkirim ke email saya ya? padahal sdh 2 hari. klo tahun kemarin bgitu minta lgsg dpt.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin saat itu ada masalah teknis. Sudah coba minta kode verifikasi lagi?

      Hapus
  48. Selmat siang,

    saya dengan hendri......
    ingin menyakan jika karyawan kami tidak bisa lapor sendiri(tidak mau dsb) bisakah kita:
    1. laporkan pajak pribadi ini secara kolektif
    2. Karyawan tidak mengisi formulir, bagaimana menyiasatinya jika kita yang bantu mengisi sendiri formulirnya....

    Karena Seperti tahun sebelumnya bukti pemotongan sdh kami berikan dan arahkan tetapi hanya 10% karyawan yang melapor....

    Mohon pencerahannya pa, bagaiman caranya saya sebagai perwakilan dapat melaporkan SPT Tahunan......

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat siang, Pak Hendri.

      Pada prinsipnya pihak yang wajib melaporkan SPT Tahunan adalah wajib pajak (WP) terkait. Itulah alasannya kenapa eFIN itu tersambung dengan NPWP seorang WP. Itu pula alasannya kenapa eFiling hanya bisa diakses menggunakan NPWP. Itu pula alasannya kenapa masing-masing WP pun harus memiliki email tersendiri. Semua itu sesuai dengan ketentuan bahwa WP perlu melaporkan sendiri SPT Tahunannya. Selain untuk menuntaskan kewajiban perpajakannya, hal ini juga diperlukan untuk membangkitkan kesadaran seorang WP atas kewajiban perpajakannya itu.

      Walaupun begitu, pelaporan SPT Tahunan melalui eFiling memang masih bisa diwakilkan. Selama Pak Hendri punya NPWP, eFIN, dan akses ke email milik karyawan Bapak, Bapak bisa membantu melaporkan SPT Tahunan karyawan Bapak. Akan tetapi, kalau hal ini Bapak lakukan, kesadaran karyawan Bapak akan kewajiban perpajakan mereka sendiri tidak akan pernah muncul. Di sini Pak Hendri bisa memilih, mengambil langkah pragmatis dengan melaporkan SPT Tahunan karyawan Bapak atau mengambil langkah idealis dengan tetap meminta mereka melaporkan sendiri SPT Tahunan mereka.

      Begitu kira-kira pendapat saya pribadi. Saya sarankan Bapak juga menghubungi AR di KPP tempat Pak Hendri terdaftar. Dengan begitu Pak Hendri bisa cerita lebih banyak dan lebih lengkap lagi mengenai kondisi karyawan Bapak. Mungkin AR tersebut bisa memberikan saran yang lebih tepat.

      Demikian yang bisa saya sampaikan. Semoga bisa membantu. Mohon maaf sebelumnya bila ada yang salah.

      Hapus
  49. dalam mendaftar e-filling.
    email yang digunakan itu milik pribadi, atau email sekolah ?
    atau email yopmail yang digunakan untuk pengajuan kemarin ?
    terimakasih mohon di balas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sarankana menggunakan email pribadi karena nantinya email itu akan terikat dengan akun eFiling kita. Tapi hal ini bukan keharusan karena kita bisa mengganti alamat email tersebut.

      Hapus
  50. Saya sudah beberapa kali minta code Verifikasi untuk pengiriman SPT
    melalui e-mail sesuai petunjuk, akan tetapi tidak pernah ada pengiriman
    code verifikasi yang masuk ke e-mail saya, padahal dalam jawaban katanya
    code verifikasi telah dikirim ke e-mail, sehingga saya tidak bisa mengirim
    SPT 2014 secara online. Mohon informasinya.
    Salam,
    IMAr
    Terima kasih atas perhatiannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alamat email masih valid? Email yang digunakan sudah sesuai dengan alamat email yang terdaftar di eFiling?

      Hapus
  51. Saya sudah pernah dafta tapi tidak bisa login untuk SPT tahun 2015 ini
    - saya mau buat baru keterangan email sudah terdaftar
    - saya login keterangan email belum terdaftar
    - saya req sandi baru keterangan email belum terdaftar
    need help

    BalasHapus
    Balasan
    1. mksd saya SPT 2014 yang di laporkan tahun 2015 ini

      Hapus
    2. Sebelumnya sudah pernah aktivasi email? Kasus seperti ini biasanya disebabkan karena email sudah terdaftar, tapi belum pernah melakukan aktivasi untuk email tersebut.

      Hapus
  52. Mas kalau sdh terima bukti pengiriman SPT melalui email, berarti sudah selesaikah semua proses pengiriman SPT melalui efilling?. yang ingin saya tanyakan untuk bukti potong yang biasa disertakan di SPT itu bagaimana? apakah mesti dikirim ke kantor pajak atau kalau sdh efilling tdk pakai bukti potong?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau sudah terima bukti pengiriman, prosesnya memang benar sudah selesai. Bukti-bukti potong harap disimpan sebagai arsip (tidak perlu dikirim ke KPP). Jadi Mas/Mbak Anonim bisa menyerahkan bukti potong itu bila diminta oleh KPP.

      Hapus
    2. okelah. Terima kasih informasinya mas

      Hapus
  53. mau tanya: saya melakukan proses pendaftaran e-filling setelah dapat e-FIN. ketika sudah terdaftar tetapi belum diaktivasi ternyata saya salah mengisi kolom email. awanbudman@gmail.com seharusnya awanbudiman06@gmail.com. akibatnya email aktivasi tidak pernah sampai. Bagaimana cara mengganti emailnya??? disitu memang ada menu penggantian email tetapi tidak bisa diakses karena belum aktivasi. trus ketika mencoba mendaftar ulang dengan npwp dan e-FIN yang sama tidak bisa karena ada komentar wp sudah terdaftar. apakah ada solusi??? jawaban sangat ditunggu secepatnya. Terima kash sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lakukan langkah-langkah di bagian A untuk mengubah email. Lanjutkan dengan langkah-langkah di bagian B untuk meminta ulang link aktivasi.

      A. Ubah Data Registrasi:
      A1. Buka djponline.pajak.go.id.
      A2. Klik menu "Ubah Data Registrasi" di sisi kiri.
      A3. Pada tampilan yang muncul, masukan NPWP dan EFIN Anda.
      A4. Klik tombol "Cek Data".
      A5. Edit Email dan No. HP yang muncul.
      A6. Simpan perubahan.

      B. Kirim Ulang Link Aktivasi:
      B1. Buka djponline.pajak.go.id.
      B2. Klik menu "Kirim Ulang Link Aktivasi".

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  54. saya sudah kirim sot nya taoi ada pesan "SPT GaGAL KIRIM, SPT sudah ada" apa masalahnya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Anonim sudah pernah mengirim SPT sebelumnya lewat jalur offline (langsung ke KPP atau lewat pos)?

      Hapus
    2. saya juga mengalami masalah yang sama.
      kenapa ya?

      Hapus
    3. Salah satu kemungkinannya adalah karena SPT Tahunan kita sudah dikirim sebelumnya secara offline. Mungkin kantor kita mengirim SPT Tahunan kita secara kolektif sehingga saat kita mengirim SPT Tahunan lewat eFiling, SPT Tahunan kita dianggap sudah ada. Salah satu cara "mengakali" masalah ini adalah dengan mengirim SPT Tahunan Pembetulan.

      Hapus
    4. Pakai Pembetulan ke 118 Maret 2015 14.48

      ia nih, akhirnya saya pakai pembetulan 1 aja. dan bisa dikirm.

      yasudahlah. yang penting sudah lapor

      Hapus
  55. mau tanya : apakah data anggota keluarga harus diubah/update setiap tahun pelaporan (walaupun tidak ada perubahan anggota) atau hanya diubah apabila ada perubahan anggota keluarga saja ? Bisakah dilakukan pengiriman ulang/perbaikan lapora apabila setelah dikirim, baru disadari ada data yang keliru ? bagaimana caranya ? terima kasih sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Bila tidak ada perubahan, data keluarga cukup diambil dari data SPT tahun sebelumnya dan dikirim apa adanya.

      2. Perbaikan SPT bisa dilakukan dengan cara membuat SPT Tahunan Pembetulan, yaitu dengan membuat SPT baru dan mengisi isian Pembetulan dengan angka 1 untuk pembetulan pertama, 2 untuk pembetulan kedua, dst. Perlu diperhatikan bahwa SPT Tahunan Pembetulan ini akan diisi secara otomatis oleh data dalam SPT Tahunan yang sudah dikirim sebelumnya. Jadi kita cukup merubah data yang salah saja.

      Hapus
  56. kenapa pada waktu menyimpan data pajak pada efiling ada pesan Oops, Simpan data tidak dapat dilakukan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kemungkinan penyebabnya hanya masalah teknis.

      Hapus
    2. masalah teknis maksudnya bagaimana pak,bisa kasih contohnya?trimakasih

      Hapus
    3. Penyebabnya bisa banyak hal: bisa terkait dengan aplikasinya, servernya, browser client-nya, atau bahkan masalah jaringannya. Saya pribadi tidak bisa memastikan. Biasanya masalah teknis ini hilang beberapa saat kemudian bila dicoba lagi. Mohon maaf sebelumnya kalau kurang membantu.

      Hapus
    4. saya juga mengalami hal yang sama, dicoba berulang-ulang kali sampai hafal no. npwp pribadi dan pemungut dan detail2nya..gak bisa juga disimpan datanya, berfikir jaringan sibuk saya juga coba ditengah maalam dan sebelum shubuh gak bisa juga.. padahal batas pelaporan tinggal sebentar lagi.. mohon dibantu mas.. apa yang saya harus lakukan

      Hapus
    5. Saya asumsikan Mbak Siti Aminah sudah pakai browser yang direkomendasikan ya. Sekali lagi saya sampaikan bahwa masalah ini adalah masalah teknis. Walaupun begitu, ada beberapa hal yang bisa Mbak Siti Aminah pastikan. Pertama, apakah kolom bukti potong sudah Mbak isi dengan benar? Kedua, apakah Mbak mengisi daftar keluarga? Ketiga, apakah ada tambahan tanda baca di setiap isian dalam SPT-nya?

      Hapus
    6. Bu Siti sudah bisa belum? saya masih belum bisa..
      Pak Amir: seharusnya ada tanda baca atau tidak Pak?

      Hapus
  57. mengenai efiling online sy baru mau mendaftarkan pd aplikasinya tp kok pd saat mengisinya terjadi (error :[object object] status : error er:found) setelah memasukkan nomor npwp dan Efinnya dan setelah melanjutkan lagi pd saat kirim muncul pesan (null.). mohon pencerahannya.....?///??????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah dicoba lagi? Masih muncul gangguannya?

      Hapus
  58. saat register diminta memasukkan no npwp dan efin kenapa dibilang npwp tidak terdaftar ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. NPWP-nya sudah diisi dengan benar dan lengkap (15 digit)? Kalau sudah benar dan lengkap, coba hubungi Kring Pajak untuk memeriksa NPWP-nya.

      Hapus
  59. (Kirim SPT Gagal, Interupted process). Tulisan itu terus jika saya mau mengirim data SPT bagaimana solusinya ya Mas...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf sebelumnya, untuk masalah itu saya tidak bisa membantu karena sifatnya terlalu teknis. Coba hubungi Kring Pajak.

      Hapus
  60. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  61. mas kalau salah isi dan kirim formulir bagaimana?
    seharusnya 1770ss sy isi 1770s

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cukup membuat SPT Pembetulan dari 1770SS, kemudian kirim lagi setelah SPT Pembetulan itu diisi dengan benar dan lengkap.

      Hapus
  62. mas tanya dong, maklum newbie
    apa sih bedanya 1770ss sama 1770s

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perbedaan yang paling utama antara kedua form itu ada dua. Pertama, form 1770SS lebih sederhana daripada 1770S dalam arti isian pada form 1770SS itu lebih sedikit daripada isian pada form 1770S. Kedua, form 1770SS itu ditujukan bagi WP pegawai/karyawan yang total penghasilannya (gaji) kurang dari 60 juta setahun, sementara WP pegawai/karyawan yang total gajinya sama dengan atau lebih dari 60 juta setahun dapat menggunakan form 1770S.

      Hapus
  63. kalau nama di NPWP berbeda dengan di e filing, ngurusnya kemana ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setahu saya bisa diurus di KPP terdekat.

      Hapus
  64. mas, saya sudah lapor spt tahunan nya melalui e-filing pajak, disitu tertera jelas SPT sudah dikirim tapi kenapa gak ada Bukti elektronik di email saya yah mas. Mohon penjelasannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah cek di folder Spam, Mas? Siapa tahu nyasar ke sana. Kalau tidak ada, mungkin sistemnya sedang menangani banyak akses sehingga responnya lebih lambat dari biasanya.

      Hapus
  65. Pak Amir, apakah mungkin karyawan KPP salah registrasi no NPWP. Jumat kemarin saya ke KPP Tangerang untuk meminta E-Fin, Celakanya saya lupa untuk crosscheck amplop efin apakah sudah sesuai data2 nya dengan kartu NPWP, dan saya baru ngeh setelah saya mendaftar E-Fin dan mengirimkan SPT saya secara online.

    Setelah saya cek profile di E-Filing semua data adalah atas nama saya, berikut alamat dan lain lain. Apakah dengan perbdaan nomor yang berbeda ini wajib saya laporkan?

    contoh nomor yang tidak sesuai adalah:
    No NPWP pada kartu: xx.xxx.xxx.x-x1x.xxx
    No NPWP pada E-Fin: xx.xxx.xxx.x-x0x.xxx

    Apakah ada petunjuk dari bapak? atau memang kejadian ini sering terjadi. Kalo ini merupakan kelalaian pejabat publik, berarti NPWP orang bisa diganti dengan mudah donk pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti yang berbeda hanya NPWP saja ya? Data nama, alamat, dan lain-lain sudah sama? Perbedaan di NPWP pun hanya 1 digit itu saja?

      Hapus
  66. Saya sudah memasukan data-data sebagai pelaporan e-fin, akan tetapi pada waktu proses penyimpanan data, terus-menerus tertulis "processing", jadi saya tidak bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya.
    Apakah bila seperti itu, ada kesalahan data atau bagaimana yah Pak?
    Terima kasih Pak Amir.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya itu bukan masalah data. Kemungkinan koneksi Internetnya sedang bermasalah atau memang sistemnya sedang menangani banyak permintaan.

      Hapus
  67. Mau tanyaa. Pas isi spt online pph terutang tidak sesuai dengan spt yg sy terima (ada selisih) jadi ga bisa kirim spt krn ada selisih itu. Tolong dibantu pencerahaan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selisihnya kurang dari 1.000 rupiah bukan? Kalau iya, kondisi itu memang sering terjadi. Penyebabnya kemungkinan besar karena ada perbedaan antara cara bendahara menghitung pajak terutang dengan cara eFiling menghitung pajak terutang. Untuk mengatasi masalah ini, sebaiknya nilai yang diisi di dalam bukti potong disesuaikan dengan pajak terutang yang dihitung oleh eFiling.

      Hapus
  68. mau tanya,bgaimana cara merubah data spt yg sudah terlanjur dikirim???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau sudah terlanjur dikirim, perubahan data SPT tidak lagi bisa dilakukan. Yang bisa dilakukan adalah memperbaiki kesalahan pada SPT yang sudah dikirim dengan membuat SPT Pembetulan.

      Hapus
    2. tpi spt yg terlnjur d krm itu d tulis d form 1770s sdngkan sya shrusnya mngisi d 1770ss.apakah sya hrus melakukan pembetulannya di form 1770s atau langsung ke 1770ss??mohon pencerahannya

      Hapus
    3. Langsung saja mengisi di 1770SS.

      Hapus
  69. maaf mau tanya,klo lupa password sedangkan email pda waktu dftar sdah tdak bsa dgunakan.apa kah untuk mengganti email hrus dteng kkntor pajak terdekat?Terimaksih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di halaman depan DJP Online (djponline.pajak.go.id) ada menu Ubah Email. Cukup siapkan NPWP dan EFIN untuk mengubah email itu.

      Hapus
  70. apakah permohonan no.Efin,bsa melalui online?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sampai tahun ini belum bisa. EFIN dapat diminta ke KPP terdekat.

      Hapus
  71. pak, mau tanya
    setelah spt dikirim, untuk dapat hard copy bagaimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setahu saya fitur itu tidak tersedia dalam aplikasi eFiling karena salah satu alasan kenapa aplikasi itu dikembangkan oleh DJP adalah untuk meminimalisir penggunaan kertas dalam pelaporan SPT.

      Hapus
  72. Pak, mau tanya.. saat mau simpan data pada efiling selalu muncul tulisan 'oops, simpan data tidak bisa dilakukan'.. mohon pencerahannya.. trims..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setahu saya kasus itu termasuk masalah teknis. Beberapa hal yang menjadi penyebabnya sudah pernah saya sampaikan dalam salah satu komentar di atas. Mohon ditelusuri kembali komentar-komentar sebelumnya.

      Hapus
  73. permisi saya mau tanya, saya sudah mendapatkan EFIN dan akan registrasi di DJP Online, ketika saya daftar (klik submit), saya ditolak, ktnya saya sudah terdaftar (padahal sebelumnya tidak pernah mendaftar). bagaimana ya? apa ada solusinya? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin ada kesalahan pada sistem. Idealnya Mas/Mbak melaporkan masalah seperti ini ke DJP lewat Kring Pajak atau email admin eFiling. Coba Mas/Mbak cek email yang sudah terdaftar melalui menu Ubah Email.

      Hapus
  74. Permisi saya mau tanya, dalam kasus saya pengiriman SPT Tahunan ada yang berhasil dan ada yang gagal "Kirim SPT Gagal, SPT SEBELUMNYA BELUM ADA" Gimana Solusinya? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah dipastikan kalau SPT sebelumnya sudah pernah dibuat/dikirim? Kalau memang sudah, Mas/Mbak perlu membuat SPT Pembetulan.

      Hapus
  75. knp klo isi no NPWP di pendaftaran via efiling sllu saja tdk bisa lengkap.kbetulan saya baru mu mndaftar..tolong solusinya..

    BalasHapus
  76. Terima Kasih banyak pak Amir atas informasinya serta komentar2 yang sangat membantu saya . kebetulan saya sedang meneliti tentang minat terhadap e-filing form 1770s dan 1770ss untuk keperluan skripsi saya. sangat disayangkan ternyata masih banyak yang belum mengenal e-filing untuk SPT form 1770s dan 1770ss.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Senang tulisan ini bisa bermanfaat lebih dari sekedar petunjuk penggunaan saja. :)

      Hapus
    2. iya, terima kasih pak. ohya, ada yang ingin saya tanyakan (berhubung saya blm bisa menggunakan fasilitas ini), apakah setiap poin dalam pengisian SPT melalui e-Filing memiliki petunjuk atau penjelasan atas apa yang harus diisi pada poin tersebut? terimakasih.

      Hapus
    3. Seingat saya, versi Wizard-nya menyediakan tooltip untuk masing-masing isian. Kalau versi Form, saya gak ngeh.

      Hapus