Tips Memanfaatkan Blog Ini

  1. Perhatikan tanggal penulisan dan tanggal update artikel. Semakin baru tanggal-tanggal ini, semakin valid informasi yang tercantum.
  2. Harap membaca komentar-komentar terkait sebelum bertanya; bisa jadi hal yang ingin Anda tanyakan sudah terjawab.
  3. Pertanyaan dapat disampaikan lewat bagian komentar atau lewat akun Twitter @asyafrudin.

Rabu, 28 September 2011

Menggunakan fitur List dan Subscription di Facebook (2)

Dalam tulisan Menggunakan fitur List dan Subscription di Facebook sebelumnya, saya hanya membahas fitur List. Hal itu saya lakukan dengan tujuan agar post yang saya buat tidak terlalu panjang --dan saya masih memiliki bahan untuk membuat post selanjutnya. Jadi, pembahasan penggunaan fitur Subscription di Facebook akan saya tuangkan dalam post ini.

SUBSCRIPTION
Subscription memiliki fitur yang serupa (tapi jauh berbeda) dengan fitur List. Keduanya sama-sama memberikan kontrol yang lebih baik terhadap arus keluar-masuknya status updates di akun Facebook kita. Perbedaannya adalah List itu dapat digunakan untuk mengakses dan berbagi status updates dari orang-orang yang sudah menjadi Friends kita, sementara Subscription itu berlaku untuk semua orang di muka bumi ini --yang terdaftar di Facebook tentunya.

Langsung saja ke praktek.

Membuka Status Updates ke Ranah Publik
Hal pertama yang mungkin dilakukan dengan adanya Subscription adalah kita dapat membiarkan status updates kita dibaca oleh siapa saja yang memiliki akun Facebook. Yang perlu kita lakukan adalah:
  1. Masuk ke dalam halaman profil Facebook kita dan klik Subscriptions di bawah Profile Picture kita.
  2. Klik tombol Allow Subscribers.
Dengan dua langkah di atas, setiap pemilik akun Facebook sudah bisa mengakses status updates kita. Hanya saja tidak semua status updates kita dapat diakses oleh publik. Yang benar-benar dapat diakses oleh orang yang tidak termasuk Friends kita hanya status updates yang memang secara eksplisit kita buat Public. Saya yakin pilihan Public ini sudah sering kita lihat saat kita update status di Facebook, baik versi web maupun mobile.

Mengakses Status Updates yang Bersifat Publik
Hal kedua yang mungkin dilakukan dengan adanya Subscription ini adalah kita dapat mengakses status updates dari siapa saja di Facebook. Siapa saja? Ya, siapa saja --yang sudah mengaktifkan Allow Subscribers tentunya. Yang perlu kita lakukan adalah mengakses profil Facebook orang yang ingin kita kuntit ikuti dan klik tombol Subscribe di pojok kanan atas profil tersebut.

Tombol Subscribe
Setelah itu, kita dapat memilih jenis update apa yang ingin kita ikuti. Gerakan (jangan klik) mouse ke tombol Subscribe yang kita klik sebelumnya dan pilihan jenis update itu akan keluar. Kita cukup klik jenis update yang kita ingin ikuti (atau tidak ingin ikuti). Kalau kita memutuskan untuk berhenti mengikuti update dari pemilik akun Facebook terkait, kita cukup klik pilihan Unsubscribe.

Jenis Update
Mudah, bukan?

Yang lebih menarik lagi adalah Subscribe/Unsubscribe ini pun berlaku untuk orang-orang yang menjadi Friends kita. Walaupun kita secara otomatis Subscribe ke semua orang yang menjadi Friends kita, saat ini kita bisa memilih jenis update yang ingin kita terima dari masing-masing Friends kita. Kalau ingin melangkah lebih jauh lagi, kita pun bisa memilih untuk Unsubscribe dari orang-orang tertentu.

Misalnya ada salah satu Friends kita yang gelombang update-nya terlalu dominan, terlalu banyak upload foto, terlalu banyak aktivitas game, atau hal-hal lain yang kita rasa terlalu mengganggu, kita bisa pilih jenis update yang hanya ingin kita ikuti atau sekalian saja Unsubscribe. Keuntungannya adalah arus status updates yang masuk ke akun Facebook kita menjadi lebih terkontrol tanpa harus mengorbankan hubungan dengan orang-orang yang menjadi Friends itu.

CATATAN
Dengan adanya fitur Subscription ini, saya melihat ada dua dampak negatif yang mungkin (atau malah sudah jelas) muncul, yaitu cyber-narcissism dan cyber-stalking. Dengan membolehkan pengguna Facebook membuka status updates ke ranah publik, tingkat cyber-narcissism dapat dipastikan akan meningkat. Para pengguna Facebook yang memiliki kecenderungan egosentris akan semakin memamerkan dirinya ke publik. Bukan tidak mungkin kita akan melihat para pengguna Facebook mulai sibuk menambah (dan pada akhirnya memamerkan) jumlah Subscriber mereka.

Yang lebih parah adalah cyber-stalking. Masalah cyber-stalking ini sudah ada sejak lama di berbagai situs jejaring sosial. Bahkan saat Facebook masih mengharuskan pertemanan itu terjadi dari dua arah (melalui Friend Requests), tidak sedikit pengguna akun Facebook yang cuek saja berteman dengan orang-orang yang tidak mereka kenal. Dengan adanya fitur Subscription, siapa pun bisa mengikuti status updates kita. Cyber-stalking akan menjadi lebih mudah dengan fitur Subscription ini.

Bayangkan kalau kita tanpa sengaja memasang status bahwa kita sedang sendirian di rumah ke Public. Bila salah satu dari Subscriber kita memiliki niat jahat, maka status "sedang sendirian di rumah" itu akan membawa risiko tersendiri. Perampokan? Mungkin saja.

Tiga paragraf di atas tentu saja tidak akan menjadi masalah besar bila pengguna Facebook (kita) mau lebih berhati-hati mengumbar status. Kalau ada status yang memang tidak perlu diketahui oleh publik, kita batasi saja status tersebut untuk konsumsi orang-orang yang menjadi Friends kita. Kalau ingin lebih hati-hati, ada baiknya kita tidak mengaktifkan Allow Subscribers untuk akun Facebook kita.

Semoga bermanfaat. Safe surfing!

--
Amir Syafrudin

3 komentar:

  1. thnks yah atas infonya berguna bgd. tp gmn caranya klo org lain yg bkan tmn kita g bs komen status kita cm bisa like status aja. mhon bntuannya abang ato kakak (: mksh sblmnya

    BalasHapus
  2. Kalau membatasi siapa bisa akses status mana sih ada beberapa alternatif, tapi kalau parsial kayak gitu (bisa like, gak bisa comment) sepertinya tidak ada di Facebook. Paling tidak sampai saat ini belum ada. Jadi kalau seseorang dah bisa akses status kita, otomatis bisa like atau kirim komentar.

    BalasHapus
  3. ok makasih atas infonya (:

    BalasHapus